Selamat Pagi dunia,
alangkah indahnya hidup ini, secangkir kopi kunikmati pagi ini, seperti hari hari kemarin aku mencoba menikmati secangkir kopi dengan sebuah renungan dan hayalan kehidupan yang selalu membuat tanda tanya besar. sudahlah diri, berhenti mengeluh, buang semua rasa muak atas semua ketidaknyamanan ini. nikmati saja kopi ini. memang kadang hidup tak sesuai dengan apa yang kamu harapkan, dan memang tak selalu membuat senyum dan bahagia. jadi buat apa terus terusan di buat susah.
Semanjak perpisahan dengan istri yang kini menjadi istri orang lain, aku merasakan seolah kehidupan ini menjadi kelas belajar dan membuatku seolah kembali sekolah. yha pelajaran hidup, bertahan, membangun, susah, bangga, dan rasa tidak berdaya menghadapi pelajaran layaknya seorang murid belajar. nilai tinggi yang diharap membuatku terlalu menikmati proses dan rasa sakit. sensitif, itulah yang membuat ku seolah tidak mudah percaya apapun.
Muak rasanya kalo hanya bergelut di pikiran sendiri. belum lagi polah para pejabat yang memuakan yang semakin kelihatan semakin semrawut. masa bodo lah sudah tak perlu berpikir itu, biarlah mereka makan apa yang mereka tanam. beban hidup sendiri saja sudah tak berpihak buat apa memihak pada ketakutan.
hari ini aku seolah diajarkan kembali sebuah pelajaran yang menjenuhkan, ibarat matematika yang terkadang memuakan dengan guru yang menyebalkan dan tak menyenangkan. rasa kesal dan tak ikhlas sebagai manusia yang manusiawi kembali hadir, memaki mencaci apapun yang terlihat salah. menurutku yang salah tapi menurut pelaku salah itu kehendak nya. tapi sudahlah tak perlu berujar aneh. biarlah semua memaki diri dan memaki apapun.
Hari yang aneh, hari yang menyebalkan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar